Traveling ke Bukittinggi, Jangan Lupa Untuk Mencicipi ‘Kopi’ Kawa Daun.

Traveling ke Bukittinggi, Jangan Lupa Untuk Mencicipi ‘Kopi’ Kawa Daun.

Icon January 10, 2018
Icon By Smart Tour Official
Icon 0 comments

SMART TOUR – Traveling ke daerah Bukittinggi, jangan lewatkan untuk menikmati minuman khas yang penuh nilai sejarah dari ranah Minang. Apalagi kalau bukan ‘kopi’ kawa daun.

Explore Sumatera Barat bareng baimrahmat_ dan schode_ Setelah dari Talamau, kami menuju tempat persinggahan selanjutnya di Bukittinggi bertemu keluarga baru di tanah minang ini, ada Uda beni.bhm, afdhalul_zikrii, fikhryillahi.

Sore itu kami diajak untuk menikmati kopi di sebuah kedai Dangaukawa. Ada yang unik dari minuman kopi yang kami pesan. Berbeda dari kopi pada umumnya. Namanya Kawa Daun. Dibuat dari daun kopi. Obrolan santai, udara sejuk pegunungan serta view gunung Marapi membuat suasana sore itu begitu ‘mahal’.

Tentang Aia Kawa atau Kawa Daun, saya gak berhenti kagum dengan tanaman kopi. Rasa kagum ini bertambah setelah kami melakukan perjalanan di Sumatera Barat untuk mengeksplorasi keindahan alam dan budaya minum kopi masyarakat Ranah Minang.

Di sini saya menemukan fakta bahwa masyarakat Sumatera Barat tak hanya menyeduh kopi, tetapi juga daun kopi yang di Sumatera Barat dikenal dengan sebutan Aia Kawa atau Kawa Daun.

Kami pun sempat berbincang langsung dgn pemilik kedai, namanya pak Irwan. Beliau menceritakan tentang kedai, proses pembuatan kawa serta sejarah aia Kawa itu sendiri.

Dangau Kawa, tempat yang menikmati Kawa Daun dengan view perwawahan dan gunung Marapi yg sangat indah. Tersedia berbagai macam olahan seperti original, kawa talua, kawa jahe, kawa susu dll. harganyapun murah.

Kawa Daun adalah daun kopi lokal yang dikeringkan dengan disangrai selama kurang lebih 12 jam. Daun kopi yang kering ini lalu diseduh seperti teh dengan cara disiram dengan air dingin lalu dimasak mendidih. Biasanya didihkan di dalam tembikar atau panci. Airnya diminum sebagai minuman sehari-hari.

Rasanya? Mirip seperti teh dengan cita rasa dedaunan yang unik. Kawa daun ini sering juga dicampur kayu manis, susu dan rempah lain agar lebih nikmat.

Konon kawa daun mulanya muncul pada masa Kolonial Belanda. Dulunya masyarakat Sumatera Barat tidak diperbolehkan menikmati kopi, karena kopi dianggap sebagai minuman kalangan tertentu. Sedang penjajah memaksa rakyat untuk bekerja keras menanam kopi untuk keperluan perdagangan.

Jadilah rakyat Sumatera Barat pada masa itu mengonsumsi daun kopinya saja untuk pelepas dahaga dan penambah energi saat bekerja. Sejak saat itu tradisi meminum kawa daun terus berlanjut hingga sekarang.

Asal muasal nama kawa daun sendiri berasal dari Bahasa Arab yaitu ‘qahwah’ yang berarti kopi. Diadaptasi menjadi kawa daun oleh masyarakat Sumatera Barat lalu seterusnya digunakan hingga sekarang.

Kawa daun adalah salah satu keunikan tersendiri bagi para pecinta kopi yang mungkin belum tahu bahwa tak hanya biji, tapi daun juga bisa dikonsumsi.

Buat kamu yang penasaran dengan kawa daun, jika mampir ke Sumatera Barat, jangan lupa menyempatkan diri untuk berhenti di kedai-kedai kopi pinggir jalan dan nikmati kawa daun hangat yang ditemani gorengan lezat.

 

Sumber : https://travel.detik.com/kopi kawa daun

Leave a reply